menyakiti hati seorang pria dengan mengembalikan cincin yang pernah diberikan pria itu sebagai tanda pengikat memang tidak bisa dibenarkan. tapi melakukan itu karena telah menemukan pria lain yang benar-benar dicintai apa juga patut disalahkan? salahkah jika ingin menikah dengan seseorang yang selain dicintai tapi juga baik agamanya insyaAllah?
hanya berawal dari sebuah ketakutan,hal sepele..
yaa..hanya karena takut nggak laku, takut telat nikah dan alasan sejenis lainnya kuterima dia, cinta yang dia sodorkan dan kebahagiaan yang dia janjikan, walaupun cinta untuknya tidak ada. hinakah aku? rendahkah diriku?
kami tidak pacaran,hanya berkomitmen saat kuterima cincin itu.
bahwa dia akan melamarku setelah dia lulus, bahwa dia bisa menerima andai aku dilamar pria lain lebih dahulu, bahwa aku berjanji akan berusaha mencintainya.
sangat baik, kupikir seperti itu dia tadinya, pria yang bisa membuat alasan aku mencintainya, dia dengan masa depannya yang cerah, dia yang diimpikan banyak orang tua untuk jadi menantunya.
apapun alasannya cinta memang tidak bisa dengan sengaja dihadirkan, walaupun betapa kerasnya aku berusaha.
hingga akhirnya aku ketemu dengan pria lain melalui blog,berkomunikasi sama dia, mengagumi tulisan-tulisannya dan cara berpikirnya yang lantas membuatku jatuh cinta padanya dan dengan tanpa banyak basa basi kuterima cintanya penuh ikhlas.
kuambil sebuah keputusan yang menyedihkan..mau nggak mau tetap harus memilih. cincin kukembalikan, meminta maaf dengan sangat pada yang terluka itu.tapi rasa sedih itu langsung musnah ditelan kecewa, dengan entengnya pria terluka itu bilang, dia akan merelakanku asal aku mau ML sama dia, menyerahkan kegadisanku padanya.gila kan?
aku jadi bersyukur, dengan ini ALLAH menunjukkan padaku bahwa dia memang tidak pantas untukku. bahwa itu semakin menguatkan keyakinanku kalau keputusanku tepat, pilihanku benar, pilihanku pada sosok pria sederhana,bijak,sesuai dengan anganku akan pemimpin rumah tangga. walaupun dia hanya menjanjikan ketidakpastian masa depan.toh sesuatu yang paling pasti adalah ketidakpastian itu sendiri
tapi sampai saat ini, tetap ada perasaan sedikit bersalah setelah beberapa hari yang lalu kuterima SMS dari pria terluka itu
"aku mau wisuda, setelah ini aku terima tawaran kerja dikalimantan, ibuku nggak setuju tapi aku ingin secepatnya melupakanmu walaupun nggak mungkin.untuk terakhir kalinya maukah kamu ketemu denganku?"
aku bingung..tapi akhirnya dengan yakin kutolak ajakan dia, bagaimanapun aku tidak ingin menorehkan luka pada hatinya lebih dalam lagi, bagaimanapun aku tidak ingin mengambil resiko berbahaya saat ketemu dia.
Read more...