kalimat bijak
" mengingat kebaikan orang lain pada kita dan kesalahan kita pada orang lain"
serta
"melupakan kebaikan kita pada orang lain dan kesalahan orang lain pada kita"
(ga tau karya siapa, aku suka banget)
hanyalah ungkapan perasaan dari perjalanan hidup tentang tawa,kecewa,maupun tetesan air mata yang ku kutemukan di rumah,jalan,hutan,gunung dimana aku pernah menapakkan kaki
" mengingat kebaikan orang lain pada kita dan kesalahan kita pada orang lain"
serta
"melupakan kebaikan kita pada orang lain dan kesalahan orang lain pada kita"
(ga tau karya siapa, aku suka banget)
saya tak pernah berpikir bahwa seseorang yang menyakiti saya itu jahat.
saya cuma bertanya-tanya kenapa dia tega melakukan itu...
apakah memang karena saya cukup pantas untuk disakiti?
slalu ada alasan untuk suatu perbuatan, toh saya pasti juga pernah menyakiti orang lain baik saya sengaja maupun tidak.
yang jelas cukup belajar menerima, mengikhlaskan dan memaafkan...
sudah lebih dari dua dasa warsa saya reguk air kehidupan.
meskipun lebih banyak pahit yang saya rasakan, saya tak pernah mengeluh akan takdir saya.
saya juga tak lagi meratap karena penggalan2 episode pilu yang saya lakoni.
roda waktu tlah menempa saya menjadi lebih kuat, sehingga saya tetap bisa tegak berjalan meski melewati kerikil-kerikil tajam.
ada ibu dan kakak2 saya yang slalu bersama saya, siap mengulurkan tangan mereka membantu saya berdiri ketika jatuh...
ada teman2 ngaji saya, ustadz saya yang udah ngingetin saya untuk slalu ingat dan cinta sama Allah dalam keadaan apapun...
ada sahabat2 saya naek gunung yang juga udah menunjukkan pada saya bahwa hidup itu terlalu indah untuk diisi dengan kesedihan...
dan ada seseorang yang menyayangi saya yang udah ngajarin saya bagaimana mencintai tanpa syarat {sungguh saya ingin cinta karena Allah} hingga saya mengerti makna ikhlas....
dan nyatanya Allah satu2nya penyembuh saya dengan mengobati saya melalui mereka...
jadi cuma karena luka kecil yang dia goreskan pada saya, tak akan membuat saya sakit dan jatuh tersungkur sehingga tak sanggup bangun lagi...
saya tak lagi gampang putus asa dan selemah itu...
" pada hari ini kami tutup mulut mereka dan berbicara pada kami tangan mereka dan menjadi saksi kaki mereka tentang apa-apa yang telah mereka kerjakan"
(QS yaasin 65)
Ketika Tangan dan Kaki Berkata
Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada
Akan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita
Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita
Bila harinya
Tanggung jawab, tiba...
Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya
Sempurna
Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu yang hina
tak sengaja saya dengar lagunya alm om Crisye di sela-sela acara damai indonesiaku yang ada di stasiun tvONE yang diisi oleh ust Yusuf mansyur...
dalem banget makna syair lagu karya Bp Taufik ismail itu yang katanya terinspirasi dari ayat quran diatas.beneran sampai saya menitikkan air mata dengernya..
saya jadi kebayang kematian saya nantinya, bukan kematian itu yang saya takutkan tapi adalah peristiwa setelah saya mati. ketika saya di hisab mempertanggungjawabkan perbuatan saya selama didunia,ketika tangan dan kaki ini menjadi saksi apa2 yang saya lakukan.
lama saya termenung mencoba bermuhasabah diri..hicks..hicks..
banyak amat dosa saya kayaknya, mesti bener2 tobat sebelum terlambat
mudah2an ga mati cepat karena pengen ngumpulin bekal buat di akherat.
Ya rabbi
Aku berdoa untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seorang pria yang mencintaiMU lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU
Seorang pria yang mempunyai sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau serta memiliki keinginan untuk menauladani sifat-sifat agungMu
Seorang pria yang mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia
Seorang pria yang memiliki hati yang bijak bukan hanya sekedar otak yang cerdas
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehatiku ketika aku berbuat salah
Seorang pria yang mencintaiku karena hatiku
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi
Seorang pria yang selalu membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika berada di sebelahnya
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seorang pria yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya
Seorang pria yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna
Aku juga meminta
Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat pria itu bangga
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU bukan mencintainya dengan sekedar cintaku
Berikanlah sifatMu yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu bukan dari luar diriku
Berilah aku tanganMU sehingga aku slalu mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatanMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja
Berikan aku mulutMu yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMu dan pemberi semangat sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari dan dapat tersenyum padanya setiap pagi
Dan bilamana kami bertemu pada akhirnya, aku berharap kami berdua dapat mengatakan
“betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna”
Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada saat yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya menjadi indah pada waktu yang Engkau tentukan.
bukan karya saya, lagi ga ada ide buat postingan baru,smoga bermanfaat.
Assalammualaikum wr.wb
Akhi apa kabar? Semoga selalu dalam lindungan Allah swt, selalu dalam rengkuhan cintaNYA, maafkan saya jika baru bisa ngasih kabar setelah 1 bulan saya pergi, setelah 1 bulan saya berusaha menghindari akhi dan menghilangkan semua rasa yang pernah ada dalam hati saya, mengusir bayangan indah masa depan yang pernah saya impikan bersama akhi, melawan nafsu ingin bertemu.
Bukan berarti saya membenci akhi karena pertengkaran kita, sungguh tak pernah sedikitpun, dan mungkin pula justru akhi yang membenci saya karena saya pergi begitu saja, hilang seperti terbang terbawa angin entah kemana.
Akhi…kalo boleh saya bercerita sedikit saja tentang sesuatu…, hari itu tepatnya malam itu setelah sekian lama saya tidak bisa bangun di sepertiga malam karena tidur larut akibat sibuk bersms ria dengan akhi, setelah sekian lama saya melakukan sujud hanya sebagai ritual karena buru-buru takut akhi menunggu lama balasan sms saya, setelah sekian lama saya tidak melantunkan ayat-ayatNYA dan justru menyenandungan lagu-lagu cinta.malam itu setelah kita bertengkar tepatnya…saya hanya bisa tidur sebentar, saya terbangun ditengah malam, mata saya masih sembab habis menangis karena takut kehilangan akhi...tiba-tiba saja saya merasakan rindu yang amat sangat entah rindu pada apa atau siapa tapi bukan pada akhi, kaki saya melangkah begitu saja, mengambil wudhu, dan saya mengerjakan hal yang dulu sering saya kerjakan sebelum bertemu akhi, ternyata inilah rindu saya, bersimpuh dalam penghambaan kepada Sang Hidup, bersujud dengan ta’jim pada sang Pemilik cinta abadi, menangis dalam penyesalan . malam itu yang membuat saya mengambil keputusan yang menurut saya benar tapi justru disalahkan banyak orang, keputusan mengganti no hp, keputusan meninggalkan kota tempat kita bertemu dan berkenalan, keputusan untuk memulai semuanya dari awal lagi,
Ahh akhi….saya tidak menyesali pertemuan saya dengan akhi,sama sekali tidak, jika saya menyesali itu sayapun akan menyesali penyesalan saya malam itu, saya hanya menyadari bahwa jalan yang dulu pernah kita tempuh adalah jalan salah walaupun menurut banyak orang tetap benar, jalan yang menuntun kita menuju dosa-dosa kecil. Jalan yang ramai karena banyak setan tertawa gembira mengiringi langkah-langkah penggunanya.
Tak ingin banyak kalimat yang saya tulis, takut justru membuat akhi menangis, taukah akhi? Lirikan mata kita, pandangan yang saling beradu penuh rindu, genggaman tangan yang pernah kita lakukan, juga rangkulan akhi saat menyeberang jalan yang dulu sering membuat saya terbang ke awan. Taukah akhi kalau semua itu belum menjadi hak kita, semua itu belum boleh kita lakukan, kita tau sejak bangku SMP dari guru agama kalau itu dosa, tapi kita tetap melanggarnya, kita tau kalau itu tidak boleh sebelum kita menjadi halal tapi kita tetap melakukannya.
Bahkan kita terlalu pede sampai mendahului takdirNYA kalau kita akan menikah dua tahun lagi padahal itu mutlak rahasia Illahi, kita terlalu berani melangkah lebih dulu dengan cincin yang melingkar dijari padahal kita tak pernah tau apa yang akan terjadi nanti.
Semua belum terlambat akhi…semua masih bisa kita perbaiki, saya tau akhi mencintai saya, tapi saya juga tau kalau cinta kita bukan cinta yang sebenarnya, bukan cinta yang di ridhoiNYA karena cinta kita hanya perasaan emosional sesaat yang akan hilang direnggut waktu dan usia, perasaan karena pesona diri kita masing-masing padahal itu adalah anugerahNYA, bukan cinta karena cinta kita kepadaNYA sebagai bagian dari cara kita mencintaiNYA .
Bukan saya bermaksud menggurui dan merasa sok tau, saya juga belum tau apa-apa tapi saya ingin akhi juga seperti saya belajar dan berusaha mencari cahaya yang akan menyinari kehidupan kita masing-masing, kalaupun nanti kita bertemu dalam rengkuhan tali kasih, saya ingin itu adalah tali kasihNYA, pada saat yang tepat tentunya. Kalaupun ternyata kita memang ditakdirkan untuk tidak bersatu, pasti kita akan ditakdirkan untuk bertemu dengan seseorang yang jauh lebih baik, tentu manurutNYA. Maka untuk itu saya minta maaf jika mengecewakan akhi dan membuat hati akhi terluka,saya minta maaf jika saya hanya bisa menitipkan cincin itu ke teman saya, saya minta maaf karena email ini. Saya harap akhi mengerti dan saya akan selalu berdoa untuk akhi.
Semoga akhi selalu dalam lindunganNYA, selalu mendapatkan berkahNYA, dan selalu-selalu dalam kebaikan yang lain.
Wassalammualaikum wr.wb
bukan karena sedihku,bukan pula karena masalahku yang merupakan ujian dariMU.
tapi karena sesalku yang kadang melalaikanMU
untuk setiap kata yg kuucapkan bersama kemarahan
untuk setiap kalimat yang keluar bersanding dengan kebohongan
sehingga membuat orang yang pernah mendengarnya sedih dan terluka
ijinkan aku menangis ya Allah
untuk setiap ibadah yang kulakukan bukan dengan keikhlasan tapi karena mengharap pujian
untuk setiap keluhan lelahku berdoa padaMU padahal Engkau tak pernah lelah mendengar doa hamba2MU
untuk setiap langkahku yang mungkin menuju kemaksiatan
untuk setiap kesombonganku
karena merasa sebagai orang beriman padahal Engkau tak pernah mengujiku sebagaimana Engkau uji orang2 beriman dijaman rosulMU
untuk setiap keputusasaan yang pernah kurasakan sehingga tidak peduli dengan keberadaanMU
untuk setiap perasaan cintaku pada nikmat dunia yang mungkin justru melebihi cintaku padaMU padahal semua itu datang dariMU
ijinkan aku menangis dalam sujudku bersama keinginanku untuk bertobat
atas dosa2ku
dan bimbinglah aku agar senantiasa melangkah dijalan lurusMU
agar senantiasa jatuh cinta padaMU dan slalu ingin bermesraan denganMU
Kaki ini terus melangkah menyusuri jalan satu2nya dari kampungku menuju jalan raya. sepi…gak ada teman, hanya sesekali ada motor lewat, justru inilah yang aku suka. Berjalan sambil melamunkan sesuatu dan menikmati hamparan sawah yang menghijau disebelah kiri kanan jalan tanpa harus berbasa basi menyapa orang dengan ramah saat ketemu. Tapi sebenarnya males banget menempuh jarak 1,5km dengan jalan kaki, kalau tidak demi teman2 blogger yang menunggu postingan baru di blogku (PD ga pa2 yach…), mungkin aku lebih memilih untuk tidak kemana2 dan membaca ulang koleksi bukuku dirumah saja. Tapi aku cinta blogku, aku senang dan bahagia karena ada yang berkunjung diblogku, aku bisa tersenyum saat membaca komentar dari teman2 karena itu berarti ada yang peduli, dan hal ini yang membuat aku semakin bersemangat untuk menulis, untuk belajar jadi penulis lebih tepatnya.
Aneh…ngapain juga aku nulis kayak gini ya? gak penting kata orang, tapi aku juga gak tau kenapa aku suka nulis tentang diriku, tentang masalahku, tentang apa yang kurasakan, ya…ya…mungkin karena aku ingin berbagi, ingin curhat sekedar untuk memberi informasi bukan untuk mengharap simpati dan empati siapa tau ada yang berminat njadiin istri. Hehehe…( bahasaku bener gak toh? sama aja ya..)
Masih bingung nih mau nulis apa, tentang patah hati sudah, tentang keluarga sudah, tentang kasih sayang sudah. Pengen nulis cerpen ga ada imajinasi, nulis puisi apalagi, jadi ya biar ngalir gitu aja ngikutin jemari mengetikkan huruf demi huruf. Namanya juga rahasia hati , ya aku nulis apa yang ada dihatiku dong, mengungkapkan apa yang aku rasa saat sedih maupun bahagia, menuangkan imajinasi yang singgah di kepala (tidak termasuk imajinasi jorok).
Kembali ke awal aja yach…
Jadi orang kampung seperti diriku tuh enak ga enak lho, ga enaknya ya kayak sekarang. Mau ke warnet aja butuh waktu 35menit, bisa lebih malah ( adanya cuma di kota kecamatan ) belum ngantrinya karena penuh, mau baca buku gratis di toko buku mesti menempuh jarak puluhan km( adanya cuma di solo city) dan masih banyak ga-enak- ga-enak yang lain. Huhh…apa sich, kok kayaknya ga bersyukur banget. Jangan salah menilai diriku shobat…aku tetap bersyukur banget kok, untuk hamparan sawah yang hijau, untuk udara bersih yang aku hirup, untuk ketenangan dimusim hujan karena ga pernah banjir, dan masih banyak banget deh…, ga aku tulis karena khawatir kaliyan iri pada saat membacanya.hehehe…( kan ga baik ya?)
Yo wess lah, berhubung lagi ga ada ide, ga tau mesti nulis apa lagi, mendingan udahan dulu aja ya…
Yang penting slalu enjoy dan bersyukur dengan keadaan bagaimanapun, menikmati dengan senyum, menjalani dengan ikhlas dan selalu semangat melaluinya.
S E M A N GAT…!!!!!!
“kamu mau jadi istriku?” pertanyaan yang sama sekali gak aku bayangkan, walaupun beberapa kali jatuh cinta, tapi tak pernah terpikir dalam benakku untuk menikah, karena yang aku bayangkan hanyalah hal-hal buruk saja. Aku takut seperti orang tuaku, gak bahagia dan akhirnya anak2 yang menjadi korban,Dia bukan seorang ikhwan alim yang di dambakan akhwat muslimah, tapi aku tau kalo dia baik, paling tidak dia tidak seperti ayahku, dia juga tidak tampan seperti yang diinginkan cewek cantik, tapi ketampanan hati lebih penting buatku, aku cuma ragu, tidak yakin apa aku bisa bahagia jika menikah dengannya. Bayangan buruk itu slalu datang manakala ada orang yang mengajakku serius. tapi aku lelah...lelah untuk menjalani hidup, makanya aku pasrah saja, gak peduli akan manis pada akhirnya atau justru sebaliknya, karena jika aku bertahan dengan kesendirianku, aku tak punya apa2 juga belum menjadi siapa2, mungkin ini bagian dari rencana indahNYA untukku, tolong Bantu aku teman….aku harus bagaimana? aku tidak mencintainya, tapi aku yakin suatu saat dengan kehendak ALLAH, cinta itu akan hadir untuknya, sebagai wujud rasa cintaku padaNYA.tapi tetep aja aku masih bingung...antara mau atau tidak...
patah hati? huhuhuuuu........
hayoo siapa yang belum pernah patah hati? hehehe....
kayaknya siapapun yang baca tulisan ini pernah ngalamin kan? ngaku aja...
trus apa yang kita lakukan saat kita patah hati? pastinya sempet nglakuin kebodohan-kebodohan yang bikin kita tertawa saat mengangatnya. ya apa ya...?
oke, ga usah ngomongin kaliyan and ga usah ngomongin orang lain. aku cuma pengen bagi-bagi cerita tentang kisahku sendiri. kaliyan mau tertawa alhamdulillah, mau sedih karena simpati juga boleh yang jelas aku emang pengen cerita
saat aku SMA kelas tiga aku dan dia sama-sma jatuh cinta, belum sempat ngungkapin perasaan masing-masing kami keburu lulus. boro-boro komunikasi tetap berjalan, tau keberadaan dia dimana aja ga, hingga akhirnya setelah 2 tahun berpisah, aku ketemu sahabat dekatnya dan aku berhasil mendapatkan nomer HPnya.
singkat kisah kami janjian ketemu dan saat ketemu itulah cerita cinta yang sempat tertunda 2 tahun dimulai.
semua mengalir indah, sms-an sekedar nanya sudah makan apa belum, telpon2-an, kencan dan masih banyak hal yang aku lakukan bersamanya.
satu tahun setelah jadian dia ingin mengenalkanku pada orang tuanya,tapi hanya gara2 aku ngebet pengen ikut pendakian ke gunung rinjani...semua gagal. walaupun komunikasi jadi jarang,tapi hubungan kami masih berlanjut.
kangen? pasti ada dong.....karena itulah aku nekad main ke tempat dimana dia kost. sayang yang ada cuma temen satu kamarnya, justru dari dialah aku tau semuanya.
tau kalau pacarku sudah tunangan dengan cewe lain, tau kalau beberapa bulan lagi mereka menikah.
hicks....hicks.....
dunia rasanya berakhir, bayangan indah tentang masa depan jadi hancur.
tau apa yang kulakuin setelah itu? setelah aku tau semuanya?
malu pengen cerita, tapi ga pa2 bagi2 pengalaman aja...
ya....bisa ditebak..........
ga cuma sekedar nangis and ngabis2in tissue(untung ga ada tissue yang kalau sudah jadi sampah ga bisa didaur ulang),ga sekedar ga doyan makan and ngurung diri brhari2. tapi aku bener2 putus asa sampai aku nekad minum bodrex 5 sekaligus.
tapi malah ga kenapa2, cuma ngantuk doang,hahaha..... entah karena kurang banyak, entah memang aku sudah kebal dengan obat, entah sebenarnya bodreex memang ga ada efek sampingnya walaupun minumnya melebihi aturan, aku ga tau. tapi yang jelas, yang aku tau Allah masih melindungiku, aku jadi bersyukur dan alhamdulillah aku bisa berpikir ulang bermuhasabah diri, pasti Allah punya rencana lain yag jauh lebih indah untukku. aku jadi sadar, aku bersalah pada pemilik cinta yang sebenarnya dan aku belajar dari kesalahan itu.
ya...ya...ya...walaupun cuma sekedar gandengan tangan atau cuma saling menatap tapi bukankah itu tetap dicatat?
lantas kuucapkan janji dalam hati bahwa aku ga mau pacaran lagi.
ga semulus dengan apa yang kuharapkan, karena kenyataannya setahun kemudian kembali aku jatuh cinta...bukan pada orang lain, tapi pada temenku sendiri, temen naik gunung, temen curhat(mestinya aku ga punya sahabat cowo ya?)
banyak yang klakukan agar aku bisa membuang perasaanku padanya.
- bertaaruf dengan ikhwan salaf (gagal karena kakak2ku takut anak2ku kayak tangga, yang pasti emang belum jodoh)
-menerima permintaan teman lama yang ingin meminangku dan aku menerimanya asal masih sendiri ketika dia kembali nanti (ga begitu berharap sih)
hal itu kulakukan karena aku tidak ingin terus menerus jatuh cinta sama sahabatku sendiri, semuanya sia-sia....semakin kubunuh perasaanku semakin cinta itu hidup di hatiku, semakin kuusir bayanganya semakin sering dia datang
sampai akhirnya dengan penuh percaya diri aku berterus terang padanya ngunkapin perasaanku dan mengajukan diri untuk menjadi calon istrinya(muka tembok ya?)
sukses banget ga diterima, tapi sat tu aku ga down, kuterima dengan lapang dada.lagiyan harapan masih ada...
hingga 3 hari yang lalu, aku dengar dari sahabatku satunya.
"yun maaf, kemarin sebenarnya ga ngajak kamu ikut ngumpul karena agung udah mesen sebab dia pengen curhat tentang cewenya yang di lampung"
kaget, marah, sakit hati....
kenapa sih harus dengar dari orang lain?
kenapa dia ga terus terang bilang kalau sudah punya calon istri padaku saat aku ngungkapin semua?
aku nangis lagi saat itu, cengeng banget ya?
tapi sekarang, saat ini aku kembali berpikir yang baik-baik. mungkin memang dia hanya ingin menjaga perasaanku tanpa ada maksud menyakiti hatiku karena cinta ga bisa dipaksakan..
ya Allah, baru aku sadari aku membuat Engkau cemburu karena aku mencintai selain Engkau.
aku rindu padaMU Rabbiku...
rindu untuk bersimpuh ditengah malam saat yang lain terlelap, rindu datang ke pengajian rutin tiap ahad setelah beberapa bulan absent, rindu untuk berdiskusi dengan teman2 liqo'ku yang banyak membantu aku saat imanku lemah..aku rindu semuanya yang sering aku lalaikan karena aku memilih ngumpul2 di basecamp,tempat teman2 naik gunung nongkrong.
dan sekarang aku hanya ingin mengucap "terimakasih ya Allah, aku patah hati..... kalau ini benar bagian dari rencanaMU, aku tau tidak lain agar aku bisa mencintaiMU lebih dari apapun karena hanya dengan mencintaiMU aku tidak takut kehilangan karena Engkau slalu ada untuk hamba2MU"
"dan aku yakin,sangat yakin Engkau akan mempertemukanku dengan orang yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya menjadi indah pada waktu yang Engkau tentukan"
so....sekarang aku ingin mencintai seseorang sebagai bagian dari cintaku pada Allah...
apa sih yang istimewa pada moment ini? bagiku 1 januari sama saja dengan hari2 lain, ga ada yang istimewa....hanyalah sebuah hitungan waktu, waktu untuk mengukur perjalanan hidup.
tapi.....duhai teman, kenapa orang pada ribut malam tahun baru mau kemana,bahkan membuat pesta secara khusus....tidakkah itu semua hanya sebuah kemudharatan?
kita disini tertawa dengan pesta kembang api, sementara dibelahan bumi yang lain, saudara2 kita berada dalam ketakutan,kelaparan.....yach...mereka,saudara2 kita di palestina,antara hidup dan mati.lantas kita? sibuk dengan perayaan yang sama sekali ga ada gunanya, pedulipun enggak.
dimana hati nurani ini? kemana perginya?
sehingga tak lagi bisa peka pada tangisan duka mereka...
sedih,sangat menyedihkan teman....
tahun baru hanyalah catatan waktu,ga lebih dari itu
dan sangat tidak pantas untuk disambut dengan hingar bingar pesta,atau liburan entah kemana...
cukup dengan merenung,mengevaluasi diri...sudah bermanfaatkah waktu kita yang sudah terlewati?sudah cukup bergunakah apa yang kita lakukan buat orang lain,buat diri sendiri dan buat semua yang kita cintai?
tahun baru hanyalah sebuah tanda, agar orang gak bingung dalam menghitung
usia, tak ada yang lebih kecuali kita bertambah tua.
dan perayaan tahun baru bukanlah budaya kita
teman.....bukan hanya di palestina, tapi lihatlah saudara2 kita yang ada di sidoharjo, aceh, mereka yang hidup gelandangan di kolong jembatan, mereka yang kelaparan dan mereka semua membutuhkan uluran tangan keikhlasan kita....
duh....ga ada lagi kata2 tuk mengungkapkan rasa, rasa kecewa,sedih dan banyak lagi yang ada di hati....
ya rabby,lindungilah mereka,selamatkan mereka......
kematian...tiba2 saja aku mikirin hal ini,aku jadi takut. karena takutnya,sampai aku menangis semalaman.
dalam tetesan air mataku, aku ingat kisah imam al ghozali yang bertanya pada murid2nya.
apa yang paling dekat dengan kita di dunia ini?
murid2nya menjawab..
keluarga,guru,sahabat...
lantas imam al ghozali berkata,"semua jawaban benar, tapi ada yang jauh lebih dekat dengan kita, yaitu kematian"
sebenarnya bukan kematian itu yang aku takutkan,tapi adalah peristiwa setelah mati, saat aku di hisab, saat aku harus mempertanggungjawabkan perbuatanku di dunia....duuhh...aku belum siap, karena bekalku belum cukup,bahkan aku merasa betapa banyaknya dosa yang pernah aku lakukan, betapa seringnya aku melakukan kesalahan, menyakiti orang lain bahkan melukai perasaan ibu bapaku.
ibu....ingin aku pulang, bersimpuh di kakimu, memohon maafmu....
ayah....ingin aku mencarimu, berada dalam pelukmu, mendengarkan senandung lagu jawa yang sering engkau dendangkan saat aku masih kecil,dan menangis memohon ikhlasmu tuk memaafkanku yang tlah mengabaikanmu.
sahabat2ku....ingin aku bertemu kalian hanya sekedar minta maaf atas semua salahku.
guru2ku...ingin aku berlutut pada kalian yang tlah mengajari aku tentang banyak hal, tapi sering aku bikin marah karena ulahku dulu.
dan untuk semua orang...yang pernah ketemu aku,yang merasa pernah sakit hati karena perkataanku atau karena sikapku...aku ingin meminta maaf sama kalian....
agar aku tenang,ga ada beban...ya ALLAH...hamba siap dengan segala ketentuanMU...
dan untuk seseorang yang udah sayang sama aku dengan sepenuh hatinya, trimakasih banget, maafkan aku jika aku masih mikirin dia terus.
ahh....kita ga pernah tau kapan kematian akan menghampiri kita, tapi satu yang harus kita catat, bahwa setiap yang bernyawa pasti mati.ga tau kapan,dimana dan bagaimana kita mati...yang penting bagaimana kita harus mempersiapkan bekal kematian kita.
Read more...sayang....
jika kamu bener2 sayang sama aku,tolong jaga aku. jangan pernah menyentuh tanganku,apalagi berani mencium aku....
ingatlah ALLAH sayang...takutlah sama DIA...
jangan bilang kalau kamu ga bisa njalanin...
cinta itu memang perlu dibuktikan dengan perbuatan, tapi tidak dengan nafsu
munafiqkah aku? tidak sayang...bukan berarti aku bener2 bersih...justru karena aku pernah melakukan kesalahan, makanya aku ga pengen ngulangin lagi.bukan karena aku ga suka sama kamu, tapi karena aku ingin hubungan kita mendapat ridhoNYA...
jangan marah...aku ga pengen apa2 dari kamu, aku juga ga nuntut apa2. aku cuma pengen kamu menjagaku...
jika kamu ga bisa, maaf aja .....cukup sampai disini hubungan kita...sebab aku mencintai ALLAH lebih dari segalanya...
Read more...ga pengen apa2, cuma kok sedih yach...
di usiaku yang sekarang, aku belum mampu berbuat apa2 untuk ortuku,negaraku,agamaku, bahkan untuk diriku sendiri.
bahkan aku masih sering nyusahin banyak orang disekelilingku, tapi aku yakin suatu saat aku bisa, yang penting aku punya tekad untuk slalu berusaha menjadi lebih baik, lebih baik dalam berbagai hal
1.sebagai hamba Allah
2.sebagai seorang anak
3.sebagai seorang warga negara
4.sebagai seorang yang cinta alam
ya Allah, hamba mohon bimbinganMU untuk terus melangkah, agar slalu berada dijalan yang Engkau ridhoi, selama Engkau masih menghendaki hamba menghirup udara dunia ini.
trimakasih ya Rabby untuk umur hamba sekarang
Read more...
©Editor by Dunia Maya.